belajar membuat artikel blog melalui android

Bismillah, insyaallah ini artikel pertama saya dengan menggunakan smartphone samsung A10 yang menggunakan OS Android.

Artikel ini saya buat dengan menggunakan aplikasi blogger,yang saya download dari playstore. Mohon doanya supaya saya bisa lebih produktif untuk berkarya melalui tulisan 😉🙂

                        Ma'a Nnajaah

Mengajar Al-Qur'an tidak sulit ...



Pipinya pucat
wajahnya terpaku
tertunduk lesu.
Tersadar sebuah amanah kembali hadir
dan akan menjadi sebuah coretan perlajanan hidupnya.
Mengajar anak mengaji.

Impiannya selama ini memang untuk menjadi pejuang Al-Qur'an.
Mendidik bocah-bocah lincah
belajar Al-Qur'an

Namun,ketika amanah itu tiba
tidak mudah mengatur hati
Mampukah?bisakah saya?
mereka amanah dari Allah

Bagaimana jika cara mengajar saya tidak seru?
Bagaimana jika ilmu itu tidak sampai?
Aku rasa.. aku tidak sanggup..

                       Hei!! be positive dong kawan?
                       Allah yang menjaga Al-Qur'an....
                       Bukan dirimu..
                       Engkau hanya muballigh..
                       engkau hanya menyampaikan..
                       Namun, bukan engkau yang menentukan hasilnya
                       Allahlah yang akan menambah ilmu
                       Allah lah yang akan mengaruniakan pemahaman
                       Allah yang akan melapangkan dada
                       Melancarkan lisan
                       Maka, bermohonlah kepada Allah!!
                       Berusahalah yang terbaik
                       dan Tawakkallah ........

                     
                       

Al- Qur'an dan kebesaran Allah




Al-qur’an adalah pedoman..

Al-qur’an adalah sebaik-baik bacaan..

Kita mungkin sudah tidak asing dengan kata-kata di atas. Bahkan Mungkin sudah menganggap kata-kata tersebut telah tertanam dalam sanubari kita. Namun, sudah tahukah kita seberapa hebatnya Al-qur’an yang kita jadikan pedoman tersebut. Sudahkah kita benar-benar mendapatkan makna dari bacaan-bacaan kita? berapa banyak orang yang mampu menghatamkan al-qur’an dalam sebulan bahkan kurang dari itu, tapi pernahkah ada yang berpikir untuk menghatamkan artinya dan mendalami maknanya?

Al-qur’an adalah pedoman, bagaimana tidak dia adalah kumpulan firman Sang Pencipta makhluk. Bukankah yang paling tahu tentang ciptaan adalah Penciptanya sendiri? maka wajar dan sepatutnyalah kita sebagai makhluk mencari petunjuk dari penciptanya. Selain itu, Al-qur’an adalah mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang masih bisa dirasakan sampai sekarang. Mukjizat yang dibawa oleh manusia pilihan yang sangat mencintai umatnya. Bahkan, sampai akhir hidupnya yang hanya ada dipikirannya adalah umat,umat,dan umatnya. Orang yang mencintai pasti akan memberikan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Maka, sebagai umat yang dicintai Rosul (aamiin) kita sepatutnya menggunakan warisannya yang salah satunya berupa Al-qur’an untuk kita jadikan sebaik-baik pedoman hidup.

Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan. Ketika membacanya hati orang beriman akan bergetar, tenang, dan bertambah imannya. Ketika membacanya maka 10 pahala perhuruf akan kita dapatkan. Ketika membacanya berarti kita sedang mendalami indahnya samudera iman dan ilmu pengetahuan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Al-Quran adalah samudera kebesaran Allah, menyelaminya akan membuat kita terhanyut dalam gelombang keimanan. Maka, marilah kita menyelam bersama dan belajar bersama. lihatlah besar cinta Allah kepada manusia ketika Allah SWT mengatakan bahwa Dia menciptakan seluruh alam ini untuk manusia (QS Al-Baqarah :29). coba kita tarik contoh dari kehidupan sehari-hari, misalnya ketika mangga berbuah, mengapa dia berbuah banyak? tentu itu untuk di konsumsi oleh makhluk-Nya terutama manusia, karena jika hanya untuk berkembang biak maka mangga cukup berbuah satu biji saja.

Mari kita intip lagi QS Al-mulk ayat 3 yang menceritakan tentang keseimbangan alam. dan selanjutnya, kita lihat bukti keseimbangan alam dalam kehidupan kita sehari-hari. Menurut para ahli, posisi bumi sekarang sekarang sangat strategis. jika seandainya bumi mendekat 1 derajat saja ke matahari maka bumi akan kepanasan dan ketika mundur 1 derajat maka dia akan kedinginan. Kemudian kita lihat lagi komponen bumi itu sendiri. Yang kita gunakan untuk bernapas adalah O2 maka, pastinya yang paling kita butuhkan adalah O2 bukan? tapi mengapa bumi hanya memiliki sedikit komponen O2 dan yang paling banyak adalah N2? bahkan N2 mencapai 75%? ternyata hal tersebut terjadi karena jika O2 banyak akan mudah menyebabkan benda mengalami korosi dan mudah terbakar.

Kita juga tidak bisa luput dari pengamatan tentang pergantian siang dan malam yang setiap hari rasakan, setiap hari kita dibuat kagum dengan siangnya yang menyengat dengan malamnya yang bertabur bintang. ternyata tentang pergantian ini juga telah dibahas Al-Qur’an dalam QS Al-Qashash ayat 71-72. Nah, tahukah kita bahwa ketika tidak terjadi malam maka, diperkirakan dalam 100 tahun bumi akan terbakar karena terlalu lama terkena matahari. tapi ketika hanya malam yang terjadi, tidak ada siang maka tumbuhan tidak akan berkembang, hewan dan manusiapun tidak makan.

Masih banyak lagi contoh yang dapat kita lihat diantaranya QS Lukman:10 tentang penciptaan gunung sebagai pasak, QS Adz Dzukhruf:11 tentang air yang diturunkan sesuai kadar tertentu, QS Fushshilat:12 yang menyebutkan tentang lapisan langit yang mempunyai fungsi dan masih banyak lagi. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
Lalu, bagaimana kita menjaga al-qur’an yang luar biasa ini? caranya adalah bacalah dan hapalkan.

Kata Hikmah:
Sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang mendongak kelangit, melihat bulan dan bintang kemudian terasa betapa kuasa-Nya Allah, maka sebanyak bilangan bintang-bintang itulah dosanya diampunkan”

tulisan ini juga pernah di upload di http://ldf-ulilalbaab-fst.blogspot.co.id/2013/06/al-quran-dan-kebesaran-sang-pencipta.html

Ganjaran penghapal Al-Qur'an





Bismillahirrahmanirrahim...
Menjadi hafiz Al-Quran membutuhkan proses. Kadang mulus, enteng masuk di kepala. Namun, kadang pula, nafas ngos-ngosan karena badan atau bahkan jiwa yang sedang sayu. Walau demikian ,Istiqamahlah!!.. insyaAllah lelah itu, ngos-ngosan itu, akan menjadikan prosesnya menjadi lebih indah. Proses yang tentunya tidak akan sia-sia. Allah telah menyiapkan ganjaran yang luar biasa.

Apa itu?

-Istimewa. Rasulullah bersabda "Sesungguhnya Allah memiliki kerabat-kerabatnya di      kalangan manusia" lalu mereka bertanya :"Siapakah mereka ya Rasulullah?" Jawab Baginda : "Mereka adalah ahli Al-Qur'an, merekalah kerabat Allah (Ahlullah) dan orang-orang pilihannya" (Hadist Riwayat Ibnu Majah)

-Didahulukan menjadi pemimpin. Nabi Muhammad saw bersabda : "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (Hadist Riwayat Muslim)

-Mendapatkan syafaat. dari Abi Umamah ra, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW berkata,"Bacalah Quran, sesungguhnya ia akan datang menjadi pemberi syafaat pada hari kamat bagi para pembacanya (penghafal)." (HR.Muslim).

-Dikumpulkan bersama malaikat. "Dan perumpamaan orang yang membaca Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatNya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun 'alaih)

-Ditinggikan derajatnya di surga.  dari Abdillah bin Amri bin 'Ash dari nabi SAW, beliau bersabda,"Akan dikatakan kepada shahib quran, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al-Quran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca. "(HR.Abu Daud dan At-Tirmidzi)

-Orangtua dipakaikan jubah (kemuliaan). Dalam hadits disebutkan, Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Siapa yang menbaca Al-Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orangtuana dipakaikan jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya:mengapa kami dipakaikan jubah ini?Dijawab."Karena kalian berdua telah memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Quran." (HR.Al-Hakim)


Buat kamu..iya, KAMU!! ... menghapallah Al-Quran,walaupun proses nya akan panjang dan tertatih.. bersabar dan istiqomahlah.. buang rasa malasmu.. mari berusaha, semoga Allah memudahkan kita!! aamiin..

Alam sebagai saksinya


‘’Lihat ri,matahari sudah mau terbenam’’.ucap farah kepadaku.
  
’oh,mana ukh?’’.sahutku antusias.lalu farah menunjukkanku sebuah garis keoranyean di balik gedung yang menjulang dihadapan kami.

Farah,saudariku seiman yang amat ku sayangi dan menyayangiku.Aku menganggapnya sama seperti saudara kandungku sendiri.Islamlah yang telah mempertemukan kami dalam sebuah majelis ilmu pekanan yang sering kami sebut sebagai liqo,yaitu pertemuan pekanan dimana kami saling bercerita,belajar dan saling menyemangati setiap pekannya sehingga setiap hari dalam sepekan tersebut kami mampu menguatkan diri untuk selalu meningkatkan kualitas diri baik secara duniawi maupun ukhrawi.Di pertemuan itu pulalah pupuk persaudaraan ini timbul.

Kesenanganku dan farah ketika pulang dari liqo setiap hari jumat sore yaitu berjalan kaki  ditrotoar pejalan kaki pettarani depan PT.Telkom.Farah senang melihat matahari terbenam dibalik gedung-gedung yang menjulang tinggi. Farah tak pernah bosan memandang matahari walau penghalangnya yang berupa gedung-gedung tinggi sudah tak terhitung lagi jumlahnya.

Ketika farah sibuk memperhatikan matahari,aku lebih sering memandang anak-anak matahari yang mulai lahir ketika petang menjelang.Anak-anak matahari itu banyak sekali jumlahnya. ratusan bahkan mungkin ribuan anak matahari yang melewati kami,mereka bertengger disetiap kendaraan,menciptakan harmoni tersendiri.terutama ketika suara klakson dan peluit polisi lalu lintas maupun relawan-relawan yang membantu mengamankan jalanan seirama dengan anak-anak matahari yang menyala tersebut.inilah yang paling kusenangi,ketika kubayangkan anak-anak matahari itu menemani sebuah kendaraan seorang ayah yang sudah dinantikan oleh anak dan istrinya dirumah untuk berakhir pekan.atau mungkin menemani seorang relawan yang akan segera mengantarkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan dan sudah menantinya dengan penuh kesenangan.aah,indahnya sore dihari jum’at.

Aku selalu yakin bukan hanya aku yang menyadari keindahan ini karena kulihat pelanggan es kelapa yang berjejer disepanjang trotoar selalu penuh disore hari.Mereka singgah melepas penat,bercengkerama dengan teman sambil menikmati riuh rendahnya kesibukan kota,itulah yang mereka lakukan.Walaupun banyak pula yang menggerutu karena debu yang beterbangan tak mengenal arah.

‘’Eh,ri..kita ingat dua tahun lalu waktu masih kelas 1 SMA ki?selaluki dulu jalan bertiga di’ setiap pulang liqo?’’.tanya farah.
‘’Iya dong,saya ingat..duh,kangenku deh sama naila..’’sahutku.
‘’Iya..bagaimana kabarnya itu saudarita di’?’’
‘’Hem,entahlah ukh..semoga dia tetap istiqomah di jalan-Nya.yang penting adalah kita tak pernah melupakannya disetiap doa kita’’.
‘’Iya,semoga yang terbaik selalu dia dapatkan dan mudah-mudahan kita bisa bertemu kembali ya ukh’’.
‘’Youp..’’.

Percakapan seperti inilah yang membuatku nyaman bersama saudari-saudariku di liqo terutama farah.percakapan yang tak pernah mencoba untuk mengungkapkan aib bahkan untuk bersu’udzon pun selalu kami usahakan untuk terhindar darinya.kata murobbyah (istilah pembimbing di liqo akhwat) kepada kami bahwa ketika kita membicarakan aib saudara sendiri sama dengan memakan dagingnya.Oleh karena itu,yang sebaiknya dilakukan adalah mendoakan dan berhusnudzon kepadanya walaupun gibah telah menyebar disekitar kami tentangnya.Ketika tidak kuat menahan atau sangat penasaran akan kebenaran ghibah tersebut maka sebaiknya bertabayyun (atau menanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan).Begitulah kami mengikat persaudaraan.Yang kami lakukan adalah saling menyayangi,saling menasehati,mengingatkan ketka khilaf,saling menyemangati dan saling mendoakan.Aku selalu bertanya bahwa adakah persaudaraan yang lebih indah dari ini?

Setelah tiba dirumah,aku menunaikan shalat magrib.Ketika doa kupanjatkan,aku teringat kembali saudariku naila yang sudah dua tahun tak pernah lagi kutatap rupanya.rupanya yang cantik,kerudungnya yang menandakan kesungguhannya dalam keinginan untuk meningkatkan aktualisasi diri,ucapannya yang selalu menyegarkan hati sesegar udara kampung yang selalu diceritakannya.Dia kembali ke kampung halamannya ketika sosok yang dihormati dan dicintainya mendahuluinya menghadap Rabb alam semesta.

Aku,Farah dan Naila adalah saudari dalam satu liqo’.Persahabatan kami sangat erat,tak pernah kurasakan sebelumnya keindahan persahabatan seperti indahnya persahabatan kami.Naila berasal dari sebuah desa di ujung Kab.Bone selatan tepatnya kec.Kajuara desa waetuo.Dia melanjutkan sekolah dimakassar dan tinggal dirumah pamannya.Naila tak pernah mengeluh walau kulihat raut kelelahan setiap pagi tercermin diwajahnya ketika kami bertemu disekolah.Raut yang menggambarkan bagaimana kerasnya ia bekerja dan belajar setiap hari.Dia belajar setelah sholat isya ketika pekerjaan membantu tantenya untuk menyiapkan makan malam dan mencuci piring telah tuntas.Tak pernah mengenal putus asa atau bermanja-manja,dia menuntaskan semua tugas rumah dan mengulang pelajaran untuk hari berikutnya.Pukul tiga subuh dia terbangun untuk shalat tahajjud dan mengulang hafalan al-qur’an,setelah itu dia tidak akan melanjutkan tidur karena harus bersiap-siap mengambil Koran di kantor penerbit untuk diantarkan kerumah pelanggan.Dia menggunakan motor pamannya yang dipinjamnya setiap hari untuk mengantarkan Koran,namun harus di kembalikan sebelum naila berangkat kesekolah.Pamannya sangat baik hati dan pengertian,dia mengerti bagaimana naila ingin berusaha membiayai diri sendiri dari hasil keringatnya,walaupun sebenarnya sudah berpuluh kali dia meminta naila untk berhenti mngentarkan Koran ,karena dia ingin mmbantu keponakannya tersebut.Namun,naila yang berjiwa mandiri dan penuh semangat  selalu mampu mengalahkan argumennya.

Begitulah kehidupan naila yang selalu kukagumi,hidupnya yang selalu semangat dan optimis.

Ketika Sosok ayah yang dicintai naila sudah dipanggil oleh Rabb-nya,Naila tak pernah mengeluh maupun mengurung diri.Dia selalu percaya bahwa Allah akan menerima ayahnya yang baik itu di di sisi-Nya.Namun hari itu,aku terheran-heran dan ikut tersentuh ketika air matanya bercucuran tak mampu tertahankan lagi ketika tiba saatnya untuk menyampaikan kabar kami dalam satu pekan dalam agenda liqo yang kami jalani.Ketika tiba gilirannya,dia hanya tertunduk memegang erat tanganku yang berada di sampingnya,kuusap tangannya,kuharap dengan itu dia bisa tenang dan kembali menemukan dirinya yang penuh semangat.Namun,dia kembali terisak hingga kamipun tak tahan untuk tak ikut menangis.10 menit sudah berlalu,orang-orang didalam mesjid tempat liqo kami sudah berhenti menatap kami yang saling berpegangan untuk saling menenangkan,kemudian naila membuka suara yang sudah kami tunggu-tunggu dari tadi..

‘’Kabar saya pekan ini,Alhamdulillah baik,keluarga juga baik’’..kami menghembuskan nafas pelan.tak lama kemudian,Naila melanjutkan ucapannya.’’Namun,pada kesempatan ini,saya ingin meminta maaf kepada akhwat (istilah untuk saudari seiman) yang hadir hari ini maupun yang tidak sempat hadir.Tolong doakan saya semoga saya istiqomah.Saya tak akan pernah melupakan ukhuwah(persaudaraan) yang telah terjalin dilingkaran kecil ini (istilah lain untuk liqo).InsyaAllah,besok sore saya sudah harus kembali kekampung saya di Bone untuk berbakti kepada orang tua.Saya ingin menemani ummi saya yang tinggal sendiri di rumah kami.Doakan saya ukh,semoga niat saya ini diridhoi oleh-Nya.InsyaAllah saya akan mendapatkan saudari-saudari baru disana baik disekolah maupun diliqo baru saya nantinya.aamiin’’.

Tak terelakkan lagi,tangis kami pecah..kami bersama-sama merangkul naila,saling bermaafan dan tak ingin melepaskannya.Kami ingin naila menyadari bahwa dimanapun kami berada ukhuwah karena Allah akan tetap terjalin walaupun hanya melalui doa-doa kami.

Akhir ajaran baru telah tiba,saya dan Farah disibukkan dengan persiapan menghadapi ujian Nasional yang sudah di ujung penglihatan.Kursus di sekolah maupun bimbingan belajar kami ikuti,belajar siang malam tak pernah bosan kami jalani.Namun demikian liqo tetap menjadi agenda utama.Agenda yang memicu semangat kami untuk berusaha lebih keras lagi dalam meningkatkan cara belajar dan giat beribadah.Semua itu ku lalui hingga UN serentak tiba dan menghasilkan nilai yang memuaskan.

Ujian Nasional sudah selesai,saatnya kami mendaftar di universitas yang kami impikan.Aku mendaftar di Universitas Indonesia dan Universitas Uin Alauddin Makassar,sementara farah mendaftar di Universitas Negeri Makassar dan Universitas Pertanian Bogor.Dan Alhamdulillah aku dan farah lulus di kedua universitas tersebut.Tapi,Kami harus memilih salah satu di antaranya.Kuliah perdana juga masih menunggu satu bulan kemudian.

Hari jumat sore yang indah,aku dan farah kembali menyusuri trotoar ujung pettarani ketika tiba-tiba ponselku berdering dan ternyata yang menghubungiku adalah saudariku yang telah lama kurindukan suara dan kehadirannya.Saudari yang selalu mendoakanku disetiap ujung malamnya,saudariku yang kucintai karena Allah.Naila mursihah.

Indah suaranya mengalihkan perhatian kami dari memandang matahari dan anak-anaknya yang mulai ramai.
‘’Riani dan Farah,bagaimana kabar kalian ukh??kangen sekali ka ee’’..ucap Naila.
‘’Iya,kangen..alhamdulillah baikji ukh,kita iyya??’’.ucapku serempak dengan farah.

Percakapan kami berlanjut hingga tiba-tiba Naila memberikan berita yang sangat menggembirakan.
‘’Ukh,minta maafka’ tidak bisaka’ kirimkanki undangan.tapi saya mohon hadirki nah..insyaAllah dua pekan kedepan saya walimah’’.
‘’Barokallah laki yaa ukhty..insyaAllah kami akan hadir,tapi kami tidak tahu kerumahta’’.
‘’Ah,gampang ukh..sudah saya atur..satu hari sebelm hari –H kerumahnyaki om ku,nanti samaki om ku kesini nah..Murobbiyah juga sudah saya hubungi,insyaAllah sebentar saya hubungi akhwat yang lain’’.
‘’Okey deh ukh,insyaAllah siap meluncur..tak sabarma mau ketemu’’.

Satu hari sebelum hari H kami sudah melaju kerumah Naila.Seperti yang sering diceritakan Naila.Menuju kerumahnya seakan-akan berjalan menuju surga.Walaupun penuh dengan rintangan karena jalanan yang berkelok-kelok di daerah yang kami harus lewati yaitu sekitar daerah camba kab.Maros namun semua akan terbayarkan ketika memandang matahari yang akan tenggelam,sawah menghijau yang bersusun apik dan membentuk tangga yang indah..langit yang biru dan awan yang putih jelas terlihat diatas kami..Subhanalloh,belum lagi udaranya yang segar,lebih segar dari embun dipagi hari di kota Daeng.Betapa Maha Besarnya Sang Pemilik karya keindahan ini.Mulut kami tak pernah terlepas dari dzikir mengagumi kebesaran Sang Maha Karya.

Tiba dirumah Naila,keindahan Ciptaan Allah berupa alam terlengkapi dengan hadirnya keindahan Ukhuwah islamiyah yang  terjalin diantara kami.Tak hentinya kami betukar cerita tentang hidup kami dan alam ciptaan Allah yang mampu menyegarkan mata dan fikiran kami.

Yang paling dibanggakan Naila dari kampungnya adalah air yang mengalir jernih setiap waktu.karena kampungnya merupakan sumber mata air utama untuk beberapa daeah disekitarnya.

Kini kusadari Desa maupun kota memiliki keindahan tersendiri,tergantung bagaimana kita menanggapi dan mensyukuri keberadaan kita dan keberadaan alam tersebut yang kemudian menjadi saksi bagi kita bahwa Sang Pencipta benar-benar ada dan Maha Besar.Allahu Akbar.

Andai Aku Jadi Presiden


Andai Aku Jadi Presiden-Saya sangat senang mendapat info tentang lomba blog festival : DESIGN AND ARTICLE WRITING CONTEST (DAWC) dengan tema “Andai Aku Jadi Presiden” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Sinjai (KBS)dan FESTIK Sinjai.Oleh karena itu,melalui lomba tersebut saya ingin ikut berpartisipasi dengan membuat susunan kalimat yang berbentuk surat sederhana seperti dibawah ini.Namun sebelumnya,seya ingin menyampaikan Terima kasih dan Selamat kepada Komunitas Blogger Sinjai (KBS) atas terselanggaranya kegiatan ini.

SURAT UNTUK INDONESIA “Andai Aku Jadi Presiden”

SULSEL, Juli 2013

Kpd. Indonesiaku Tercinta ,
Di
6° LU -11°LS dan 95°BT - 141° BT

Assalaamu’alaikum WR.WB

Bagaimana kabarmu Indonesiaku?Aku berharap engkau senantiasa aman,sejahtera dan menjadi Negara yang selalu terlimpahkan rahmat dan berkah dari-Nya.Tak lama lagi,HUT Proklamasi mu yang 68 Tahun akan diselenggarakan.Tak terasa yah,sudah 68 Tahun engkau dinyatakan merdeka oleh dunia.

Seperti baru kemarin guruku di sekolah mengiangkan namamu ditelingaku.Menceritakan segala hal tentangmu di masa lalu.Tentang deritamu dalam penjajahan,tentang tertawamu dalam pembacaan proklamasi,tentang banggamu terhadap pahlawan-pahlawan yang berguguran.Sejak saat itu aku mulai membangun cintaku kepadamu.

Kini aku mulai mengerti bahwa banyak perasaan-perasaan aneh yang sedang kau rasakan.Bukan hanya perasaan dan sebab yang diceritakan guruku dulu.Aku tahu bahwa kini engkau KECEWA dan MARAH.

Engkau Kecewa terhadap mereka yang mengaku cinta kepadamu namun menghianatimu dengan terang-terangan.Mereka membuat rakyatmu memiliki perut buncit namun keroncongan,tulang-tulang rakyatmu hanya dibungkus sehelai tipis kulit tanpa daging.Sementara mereka membuat perutnya buncit karena kelebihan “makan”.Mereka adalah KORUPTOR.Koruptor sang penghianat cinta.Koruptor yang menghianatimu dengan terang-terangan dirumahmu sendiri.

Engkau marah kepada para pemegang kekuasaan yang berkuasa semena-mena tanpa menoleh kebelakang melihat janji-janjinya pada berjuta kepala rakyatmu.

Engkau marah pada para penegak hukum yang tak lagi menegakkan hukum dengan benar.Pada mereka yang mudah menyerahkan tangannya dibawah pundi-pundi yang menyilaukan mata.

Engkau marah dan kecewa pada rakyatmu yang selalu menuntut untuk hidup sejahtera,untuk dilayani dengan sebaik-baiknya,yang selalu ingin dimanja oleh penguasa,yang selalu menuntut agar keadilan dan hukum ditegakkan dengan benar.Namun mereka tak berkaca diri.Tak melihat diri bahwa mereka yang menjadi biang keladi sehingga banyak penguasa berkhianat terhadap janjinya karena menyilaukan mata mereka dengan koin-koin berkilau.

Mungkin engkau pusing kini,Indonesiaku.Mungkin engkau sudah muak,marah,sedih atau berteriak sekencang-kencangnya?Kulihat kesedihanmu tertuang dimana-mana,digunung dengan gempanya,didaratan rendah dengan banjirnya,dikantor dan parlemen-parlemen dengan fitnah yang bertaburan.Marahlah,kecewalah jika itu yang bisa membuat mereka mengerti rasamu kini.
AAAAAhhhh….Aku,ingin membantumu berteriak.Kasian sekali kamu,Indonesiaku.

Namun sekarang aku bertekad bahwa aku tak akan membuat bersedih lagi.Akan kuredam amarah dan kecewamu karena jika aku jadi presiden aku akan mencintaimu dengan sebesar-besarnya cintaku,setulus cintaku,karena aku tahu bahwa cinta yang akan membuat segalanya indah.cinta yang akan menggerakkan kaki yang beku.

Jika aku jadi presiden,akan kutabur benih cinta di kota,di desa,di kawasan elit maupun kawasan kumuh.Akan kumohon pada Allah SWT,Sang penganugerah cinta agar menumbuhkan lebih banyak cinta dihati rakyatmu,dihati para pejabat,dan dihati seluruh makhluk.Sehinggan para kaum elite dan para pejabat melayani rakyat dengan penuh cinta,mendahulukan kepentingan rakyat daripada perutnya yang tidak lagi buncit karena kekuasaan.

Ketika mereka sudah bekerja dengan penuh cinta,maka rakyat akan menyambutnya dengan cinta yang berlebih.Mereka akan tersenyum sepanjang waktu,akan menghormati dan mempercayai para mereka.Sungguh yang dibutuhkan kini adalah cinta,keterbukaan,kejujuran dan kepercayaan di semua pihak.

Karena cinta,Aku dan para anggota dewan akan mewujudkan suara hati rakyat yang sebenar-benarnya tanpa ada kepentingan apapun.
Karena cinta,rakyat akan menitipkan kepercayaan kepadaku dan pejabatku dengan sepenuh hati mereka.

Jika ini terpenuhi maka Sang Penganugerah cinta tak akan kecewa karena cinta yang dititipkannya dimanfaatkan dengan baik.Selain itu kualitas SDM rakyatmu juga tak dapat diragukan,karena mereka belajar dan bekerja dengan penuh cintaa.Mereka akan memanfaatkan kekayaanmu yang banyak itu dengan sebaik-baiknya sehingga bertambah-dan bertambah lagi.Mereka akan bangga menjadi rakyatmu.mereka tidak akan melirik milik luar negeri termasuk produk dan budaya mereka.Karena mereka memiliki yang terbaik.Mereka akan bangga menjadi rakyat dinegeri yang penuh cinta.Negeri yang memiliki keterbukaan informasi dan kepercayaan penuh oleh semua pihak.

Aku tahu bahwa itu tidak semudah membalik telapak tangan,namun aku tahu mimpimu sama dengan mimpiku bukan?Yang kuinginkan kini sama dengan inginmu.Maka,kuharap engkau dapat tersenyum sumringah lagi sama seperti saat pembacaan proklamasi lalu saat harapan selalu ada dan kita genggam erat agar suatu saat kita dapat mewujudkannya dengan gemilang.Indonesiaku,Semangat 45!!!
Wassalaamu’alaikum

Hormatku

Andai aku jadi Presiden



SAKURA di Negeri Hujan


Hujan bulan ini terus berguyur menemani air mata rindu padamu.Engkau yang dulu ada menggenggam tanganku,kini terbaring panjang dalam keabadian.Maka pintaku kini,biarkan hujan menemani airmataku dan menyampaikan asaku dengan tetesannya diatas nisanmu.Biarkan rasa kita tetap bersatu walau dunia mengakhiri.
Yudha kembali terpekur diperpustakaan kampusnya.Kata ‘hujan’ seakan telah tertanam jauh diurat-urat sarafnya.walau demikian,dia tak pernah bosan membaca cerpen racikan Sakura.
Entah sejak kapan cerpen Sakura telah merasuki otaknya,yang dia ingat disetiap cerpen Sakura kata ‘hujan’ selalu melekat dan menyatu dalam setiap frase.Bukan hanya kata ‘hujan’ yang membuatnya tertarik tapi penghayatan yang mendalam dan kata-kata yang tak pernah dikiranya bahwa diotak bagian mana Sakura menemukan kata itu.
Seperti hari ini,Yudha kembali membaca karya Sakura disebuah koran harian Nasional dan seperti biasa,dia tak pernah membacanya hanya sekali baca tapi berulang-ulang.Dia merasa rindunya pada sang peracik kata tak pernah berakhir hanya dengan sekali baca.
SAKURA,entah mengapa Yudha merasa bahwa Sakura sang pecinta hujan adalah sosok yang merindukan kekasih yang berjiwa teduh namun teguh,dan orang itu adalah dirinya.Karenanya,disetiap hujan Yudha terus mencari makna hujan agar ketika bertemu Sakura dirinya telah benar-benar menjadi sosok bersifat hujan yang teduh dan teguh.
Informasi tentang Sakura dicarinya dimana-mana.Di facebook,di Twitter,juga mengoleksi setiap karya Sakura yang dibacanya.Namun,tampaknya pencariannya tidak berjalan semulus turunnya hujan,yang dia temukan hanya sebuah blog yang kebetulan tertulis di sudut tulisan Sakura di sebuah harian ibukota.’www.Sakura di Negeri Hujan.com’ demikian nama blog tersebut.
Maka tak menunggu waktu lama,Yudha segera membuka laptop dan mencari blong Sakura.Ditelusurinya setiap jengkal blog tersebut,diresapinya setiap sari-sari makna yang tertulis.Namun,sepertinya Yudha harus menyadari bahwa cinta akan datang tepat pada waktunya meski harus menunggu berpuluh atau beratus tahun.