Cloud Computing
Alhamdulillah,kali
ini kita akan berbicara sebuah fakta yang “labil”.Kata “labil” ini digunakan
penulis karena fakta ini memang bersifat “labil” alias berubah-ubah
(Haaah??fakta kok berubah-ubah??faktanya plin-plan donk??..hehe).
Iya,faktanya
memang selalu berubah-ubah karena faktanya juga bertambah bagus dan menarik
banyak peminat.Lalu apakah fakta itu?(hayyoo..apa coba??).Fakta itu biasa
disebut “Tekhnology”.Teknologi yang selalu hadir dalam keseharian
kita,teknologi yang membantu manusia dalam menyelesaikan tugas dan tentunya
membantu kita untuk bersosialisasi dengan manusia model apapun dan dimanapun
itu (Tapi,tentu semua ini terjadi karena Allah yang Maha Kuasa yang telah
menitipkan ide kepada hamba-Nya yahh..^_^).Nah..Karena teknologi adalah titipan
dari Tuhan,maka kita harus memanfaatkannya untuk melakukan kebaikan yang lebih
banyak,belajar lebih banyak dan banyak sekali hal bermanfaat yang bisa kita
rangkul dengan technology.
Sebelum
cerita kita lebih menjalar ke berbagai ruas kehidupan dan penghidupan,lebih
baik sekarang kita konsentrasi kepada topik utama yaitu Tekhnologi yang sedang
nge-tren yaitu “cloud computing” .Nah,penasaran
kan apa dan bagaimana cloud computing itu?langsung
saja yuuukk..(check it out !!).
Banyak pihak
yang memberikan definisi cloud computing diantaranya
:
·
Wikipedia
mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika
banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak
dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti
jaringan listrik”.
·
Gartner mendefinisikannya
sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah
dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan
menggunakan teknologi Internet.”
·
Forester mendefinisikannya sebagai
“standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau
infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara
swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan
seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita
harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi
penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan
listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan
bulanan sesuai pemakaian.
Kalau listrik bisa seperti itu, mengapa layanan komputasi
tidak bisa? Misalnya, apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM
(Customer Relationship Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli
aplikasi CRM, membeli hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI
khusus untuk menjaga server dan aplikasi tersebut?
Di
sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti
Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh
perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini,
Microsoft), “menyambungkan” perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal
ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar
per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi
investasi di awal yang harus dilakukan.
Karakteristik Cloud
computing
Dengan
semakin maraknya pembicaraan seputar cloud
computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka
menyediakan layanan cloud computing. Akan sangat membingungkan bagi kita para
pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.Untuk
mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan
yang memiliki 5 karakteristik berikut ini.
- · On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud
computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme
swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia
layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan
aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara
swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
- · Broad Network Access
Sebuah layanan cloud
computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa
pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi
CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat
mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet,
handphone, tablet, dan perangkat lain.
- · Resource Pooling
Sebuah layanan cloud
computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya
secara efisien. Karena cloud computing
digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat
membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara
maksimal.
- · Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud
computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai
kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat
menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika
pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam
jaringan cloud computing, maka
apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas
harus dapat dinaikkan dengan cepat.
- · Measured Service
Sebuah layanan cloud
computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan
dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur
dengan baik.
Kelebihan
Cloud Computing
Dari
semua penjelasan di atas, apa sebenarnya kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis? Berikut beberapa di
antaranya.
- · Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing,
kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.Ini
sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal
bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat
menjadi 10 pengguna.Tanpa model cloud
computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup
untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud
computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.
- · Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua
masih seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.
- · Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan
memanfaatkan Cloud Computing, bisnis
kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. di bawah untuk melihat beberapa
skenario kebutuhan bisnis.Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak
datar-datar saja.Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan
TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada
akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.
Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun. Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun. Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
- Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud
Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan
berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena
pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri.
Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade
software, maintenance, dan lain-lain.
Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus
pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah
ditangani oleh penyedia layanan.
Cloud computing
sudah hadir saat ini, termasuk di Indonesia. Jadi, cloud computing bukanlah sebuah hype, melainkan sudah menjadi
kenyataan dalam dunia TI.
Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.
Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.


0 komentar: