Al- Qur'an dan kebesaran Allah
Al-qur’an adalah pedoman..
Al-qur’an adalah sebaik-baik bacaan..
Kita mungkin sudah tidak asing dengan kata-kata di atas. Bahkan Mungkin sudah menganggap kata-kata tersebut telah tertanam dalam sanubari kita. Namun, sudah tahukah kita seberapa hebatnya Al-qur’an yang kita jadikan pedoman tersebut. Sudahkah kita benar-benar mendapatkan makna dari bacaan-bacaan kita? berapa banyak orang yang mampu menghatamkan al-qur’an dalam sebulan bahkan kurang dari itu, tapi pernahkah ada yang berpikir untuk menghatamkan artinya dan mendalami maknanya?
Al-qur’an adalah pedoman, bagaimana tidak dia adalah kumpulan firman Sang Pencipta makhluk. Bukankah yang paling tahu tentang ciptaan adalah Penciptanya sendiri? maka wajar dan sepatutnyalah kita sebagai makhluk mencari petunjuk dari penciptanya. Selain itu, Al-qur’an adalah mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang masih bisa dirasakan sampai sekarang. Mukjizat yang dibawa oleh manusia pilihan yang sangat mencintai umatnya. Bahkan, sampai akhir hidupnya yang hanya ada dipikirannya adalah umat,umat,dan umatnya. Orang yang mencintai pasti akan memberikan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Maka, sebagai umat yang dicintai Rosul (aamiin) kita sepatutnya menggunakan warisannya yang salah satunya berupa Al-qur’an untuk kita jadikan sebaik-baik pedoman hidup.
Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan. Ketika membacanya hati orang beriman akan bergetar, tenang, dan bertambah imannya. Ketika membacanya maka 10 pahala perhuruf akan kita dapatkan. Ketika membacanya berarti kita sedang mendalami indahnya samudera iman dan ilmu pengetahuan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Al-Quran adalah samudera kebesaran Allah, menyelaminya akan membuat kita terhanyut dalam gelombang keimanan. Maka, marilah kita menyelam bersama dan belajar bersama. lihatlah besar cinta Allah kepada manusia ketika Allah SWT mengatakan bahwa Dia menciptakan seluruh alam ini untuk manusia (QS Al-Baqarah :29). coba kita tarik contoh dari kehidupan sehari-hari, misalnya ketika mangga berbuah, mengapa dia berbuah banyak? tentu itu untuk di konsumsi oleh makhluk-Nya terutama manusia, karena jika hanya untuk berkembang biak maka mangga cukup berbuah satu biji saja.
Mari kita intip lagi QS Al-mulk ayat 3 yang menceritakan tentang keseimbangan alam. dan selanjutnya, kita lihat bukti keseimbangan alam dalam kehidupan kita sehari-hari. Menurut para ahli, posisi bumi sekarang sekarang sangat strategis. jika seandainya bumi mendekat 1 derajat saja ke matahari maka bumi akan kepanasan dan ketika mundur 1 derajat maka dia akan kedinginan. Kemudian kita lihat lagi komponen bumi itu sendiri. Yang kita gunakan untuk bernapas adalah O2 maka, pastinya yang paling kita butuhkan adalah O2 bukan? tapi mengapa bumi hanya memiliki sedikit komponen O2 dan yang paling banyak adalah N2? bahkan N2 mencapai 75%? ternyata hal tersebut terjadi karena jika O2 banyak akan mudah menyebabkan benda mengalami korosi dan mudah terbakar.
Kita juga tidak bisa luput dari pengamatan tentang pergantian siang dan malam yang setiap hari rasakan, setiap hari kita dibuat kagum dengan siangnya yang menyengat dengan malamnya yang bertabur bintang. ternyata tentang pergantian ini juga telah dibahas Al-Qur’an dalam QS Al-Qashash ayat 71-72. Nah, tahukah kita bahwa ketika tidak terjadi malam maka, diperkirakan dalam 100 tahun bumi akan terbakar karena terlalu lama terkena matahari. tapi ketika hanya malam yang terjadi, tidak ada siang maka tumbuhan tidak akan berkembang, hewan dan manusiapun tidak makan.
Masih banyak lagi contoh yang dapat kita lihat diantaranya QS Lukman:10 tentang penciptaan gunung sebagai pasak, QS Adz Dzukhruf:11 tentang air yang diturunkan sesuai kadar tertentu, QS Fushshilat:12 yang menyebutkan tentang lapisan langit yang mempunyai fungsi dan masih banyak lagi. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
Lalu, bagaimana kita menjaga al-qur’an yang luar biasa ini? caranya adalah bacalah dan hapalkan.
Kata Hikmah:
Sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang mendongak kelangit, melihat bulan dan bintang kemudian terasa betapa kuasa-Nya Allah, maka sebanyak bilangan bintang-bintang itulah dosanya diampunkan”
tulisan ini juga pernah di upload di http://ldf-ulilalbaab-fst.blogspot.co.id/2013/06/al-quran-dan-kebesaran-sang-pencipta.html
tulisan ini juga pernah di upload di http://ldf-ulilalbaab-fst.blogspot.co.id/2013/06/al-quran-dan-kebesaran-sang-pencipta.html


0 komentar: