SAKURA di Negeri Hujan

22.22 Unknown 0 Comments


Hujan bulan ini terus berguyur menemani air mata rindu padamu.Engkau yang dulu ada menggenggam tanganku,kini terbaring panjang dalam keabadian.Maka pintaku kini,biarkan hujan menemani airmataku dan menyampaikan asaku dengan tetesannya diatas nisanmu.Biarkan rasa kita tetap bersatu walau dunia mengakhiri.
Yudha kembali terpekur diperpustakaan kampusnya.Kata ‘hujan’ seakan telah tertanam jauh diurat-urat sarafnya.walau demikian,dia tak pernah bosan membaca cerpen racikan Sakura.
Entah sejak kapan cerpen Sakura telah merasuki otaknya,yang dia ingat disetiap cerpen Sakura kata ‘hujan’ selalu melekat dan menyatu dalam setiap frase.Bukan hanya kata ‘hujan’ yang membuatnya tertarik tapi penghayatan yang mendalam dan kata-kata yang tak pernah dikiranya bahwa diotak bagian mana Sakura menemukan kata itu.
Seperti hari ini,Yudha kembali membaca karya Sakura disebuah koran harian Nasional dan seperti biasa,dia tak pernah membacanya hanya sekali baca tapi berulang-ulang.Dia merasa rindunya pada sang peracik kata tak pernah berakhir hanya dengan sekali baca.
SAKURA,entah mengapa Yudha merasa bahwa Sakura sang pecinta hujan adalah sosok yang merindukan kekasih yang berjiwa teduh namun teguh,dan orang itu adalah dirinya.Karenanya,disetiap hujan Yudha terus mencari makna hujan agar ketika bertemu Sakura dirinya telah benar-benar menjadi sosok bersifat hujan yang teduh dan teguh.
Informasi tentang Sakura dicarinya dimana-mana.Di facebook,di Twitter,juga mengoleksi setiap karya Sakura yang dibacanya.Namun,tampaknya pencariannya tidak berjalan semulus turunnya hujan,yang dia temukan hanya sebuah blog yang kebetulan tertulis di sudut tulisan Sakura di sebuah harian ibukota.’www.Sakura di Negeri Hujan.com’ demikian nama blog tersebut.
Maka tak menunggu waktu lama,Yudha segera membuka laptop dan mencari blong Sakura.Ditelusurinya setiap jengkal blog tersebut,diresapinya setiap sari-sari makna yang tertulis.Namun,sepertinya Yudha harus menyadari bahwa cinta akan datang tepat pada waktunya meski harus menunggu berpuluh atau beratus tahun.

0 komentar: